Saturday, January 19, 2008

Bismillah

It is not hard to understand why time feels like flying away, faster than we might think.

It feels like just yesterday I was just a school girl, just went for my first class at college, just graduated from CASE, just got married, just had my first baby, just attended my first job interview, just received my first employment, and just left Malaysia for SoCal.

But Alhamdulillah, I have made it till this day;working hard in realizing my dreams and doing things I always wanted to do.

This time, I am at USC, a formal student again, but this time as a graduate student, married with two beautiful children in a happy, blessed family inshaAllah.

My baby is crying and that means enough of writing this time.Till we meet again.

p/s:maybe thats why i dont spend much time blogging lately.

Thursday, November 29, 2007

bismillah


MashaAllah...
berlari antara masa, ada nada gembira di sana
berteman penyejuk mata, penyeri hati nan ceria
Alhamdulillah

Kehidupan ini masih di sini
Berlalu saban hari
Melihat kedewasaan menapak seinci demi seinci
Dalam kehidupanku dan insan-insan yang disayangi

Walau jauh dekat di hati
Walau tak nampak namun terasa
Walau tak pernah bertemu masih utuh rindu

Thursday, November 15, 2007

Bismillah

Jelingan Adam :) khas untuk cik Adda.

Sunday, October 21, 2007

Bismillah

Melalui satu saat yang memisahkan antara hidup dan mati
Melalui satu detik yang memisahkan sabar dan marah
Melalui satu ketika yang memisahkan tangis dan tawa

Sedetik sudah cukup untuk takdir Allah mengubah segala-galanya
Tidak perlu menunggu lama kalau sudah tertulis dalam ketentuan Tuhan

Umur di dunia sudah cukup untuk menguji sebelum mati
Terpisah antara syurga dan neraka
Tidak perlu tinggal lama-lama, cukuplah seolah persinggahan musafir saja

Sunday, August 26, 2007

Bismillah

Aku tidak sedar betapa pantasnya masa berlalu barangkali kerana sibuk menghitung waktu memikirkan bila akan bertemu permata hati baruku. Atau aku mungkin sedar betapa pantasnya masa berlalu kerana aku masih punya banyak perkara yang belum ku selesaikan dan waktu terus berlalu tanpa menunggu, dan aku masih membuang-buang waktu.

Hari ini sudah kutinggalkan semalam dan aku sudah tentunya sudah bertambah usia sehari sebagaimana alam ini, orang lain, dan segalanya. Sudah berlalu lebih dua puluh tahun kehidupanku sebagai insan atas dunia. Sudah tentunya aku hamba hina, dulu, kini, dan selamanya di hadapan Tuhanku yang Maha Esa. Dan waktu terus berlalu, mendewasakan kita, mendekatkan jarak kematian yang pasti, mendekatkan kedatangan hari akhir penghujung waktu di sini.

Waktu, tika kita menanti mungkin terasa sangat lambat berlalu, menyeksa. Waktu, saat kita tidak mahu dan tidak menunggu mungkin terasa terlalu pantas, mendebarkan. Sebagai manusia, sudah benarkah cara kita menilai waktu?

Akupun tidak tahu, masihkah aku berada di dalam kerugian yang disebut-sebut sejak dulu, atau berjayakah sudah aku masuk golongan yang terkecuali itu? Kau bagaimana?

Wednesday, August 15, 2007

bismillah

bila sempat menulis, kita menulislah. Biar kadang-kadang isunya tiada dalam minda. Cuma mengejar kesempatan masa yang ada. Siapa tahu mungkin sudah tidak ada kesempatan lainnya. Maklumlah, samada nyawa ditarik, atau kita disibukkan dengan hal-hal lain, atau tiada akses ke internet, atau ada banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya.

Kurang komunikasi dengan orang di sekeliling. Kadang-kadang terasa terlalu asyik duduk di cubicle sendiri. Namun, salahkah kalau kita menyahut ajakan, berdiam diri lebih baik daripada bercakap bila tiada perkara berfaedah yang ingin dicakapkan. Atau patut bermesra dengan orang sekeliling dengan bertegur sapa antara satu sama lain dan bertukar-tukar cerita? Dilema kan.
Borak-borak kosong...

Monday, July 30, 2007

Bismillah


Perjalanan di atas muka bumi; mengengsot, merangkak, berjalan, melompat, mendaki, dan berlari. Pelbagai ragam kita lakukan dan kita saksikan sepanjang perjalanan ini.

Di sini kita singgah dan berlalu. Pada tempat-tempat yang kita lalui, terpahat ribuan memori yang kekal di dasar hati. Kita singgah tapi cuma untuk sementara sebab kita tetap harus bergerak, pergi dan meninggalkan. Adalakanya kita tidak betah untuk duduk terlalu lama dalam satu kawasan sahaja. Naluri musafir kita selalu mendorong untuk terus berkelana melihat dan menghargai isi dunia.

Perjalanan dan persinggahan ini hanya untuk seketika. Tatkala kita tidak menyedarinya, usia sudah di penghujungnya dan saat untuk ke perjalanan dunia seterusnya hampir tiba. Tidak kira kita masih muda, di pertengahan, atau sudah lanjut usia. Pada waktu itu, terlelaplah mata buat selamanya dan terhentilah langkah kaki di atas dunia. Alangkah betapa pendek waktu yang manusia ada untuk digunakan dalam perjalanan terhad atas dunia. Lalu, mengapa kita harus lengah dengan hal-hal dunia yang memakan begitu banyak masa daripada masa terhad yang kita ada? Mengapa aku harus terus leka? Mengapa aku ingin memilih untuk sengsara dalam alam abadi yang selama-lamanya?

Ah, perjalanan ini. Kapan saja akan terhenti.
Waktu itu, bisakah aku senyum dan ketawa lagi?