kalaulah ...
Kayu kalau terbakar
jadi kayu yang terbakar
lepas tu jadi arang
tak pun jadi abu
Cell kalau rosak
jadi cancerous cell
lepas tu rosak
tak pun mati
makanan kalau terbiar
jadi makanan basi
lepas tu busuk
tak pun berkulat
ozon kalau dah bocor
jadi pemanasan global
lepas tu glacier cair
tak pun manusia dapat skin cancer
orang kalau dah malas
jadi manusia malas
lepas tu tak kerja
tak pun nyusahkan orang lain
Muslim kalau dah tak practice
jadi macam bukan Islam
lepas tu tak kisah hukum
tak pun tak sedar diri
Dosa kalau dah menimbun
jadi aktiviti harian
lepas tu makin bertambah
tak pun tak pernah taubat
If Someone Wants to Know What Position He Enjoys In The Eyes of God, He Has Only To Look At What Place He Gives To God [in His Heart and Life]-(Hakim)
Tuesday, April 05, 2005
Friday, April 01, 2005
Bismillah
:: Sekilas ke Tafseer Surah 12 ::
Kelas tafseer Reem tadi, Alhamdulillah dalam masa tak sampai 45 minit, dapat jugak 2, 3 mukasurat ilmu. Jazakillahu khaeer, moga Allah memberikan kebaikan yang banyak untuk Reem.
Salah satu pengajaran yang Reem ajak orang yang hadir tadi untuk berfikir, daripada kisah Nabi Yusuf a'layhi salam ialah mengenai 'memilih'.
Nabi Yusuf dipilih untuk menjadi rasul. Dan sesungguhnya, apabila Allah mengkehendaki kebaikan untuk seseorang, yufaqqihu fiddin, Allah akan memberikan seseorang itu kefahaman agama(Islam).
Dan sebenarnya, setiap kali kita berbuat sesuatu benda yang baik, Allah telah memilih kita untuk kebaikan tersebut.
Allah telah memilih kita untuk menjadi orang Islam.
Allah telah memilih kita untuk mendirikan solat.
Allah telah memilih kita untuk berpuasa, bersedekah, berzikir, belajar, dan banyak lagi.
Daripada berbillion manusia di seluruh muka bumi ni.
Tapi kan, kalau kita fikir-fikirkan
Allah sentiasa memilih kita sehinggalah kita hidup sejahtera dalam iman dan islam pada hari ini.
Hari demi hari, saat demi saat sampaikan tak terkira betapa sayangnya Allah pada kita.
Tetapi adakah kita berterima kasih?
Adakah kita sentiasa memilih Allah dalam hidup kita?
Adakah kita selalu mendahulukan Allah atas segala benda yang lain?
:: Sekilas ke Tafseer Surah 12 ::
Kelas tafseer Reem tadi, Alhamdulillah dalam masa tak sampai 45 minit, dapat jugak 2, 3 mukasurat ilmu. Jazakillahu khaeer, moga Allah memberikan kebaikan yang banyak untuk Reem.
Salah satu pengajaran yang Reem ajak orang yang hadir tadi untuk berfikir, daripada kisah Nabi Yusuf a'layhi salam ialah mengenai 'memilih'.
Nabi Yusuf dipilih untuk menjadi rasul. Dan sesungguhnya, apabila Allah mengkehendaki kebaikan untuk seseorang, yufaqqihu fiddin, Allah akan memberikan seseorang itu kefahaman agama(Islam).
Dan sebenarnya, setiap kali kita berbuat sesuatu benda yang baik, Allah telah memilih kita untuk kebaikan tersebut.
Allah telah memilih kita untuk menjadi orang Islam.
Allah telah memilih kita untuk mendirikan solat.
Allah telah memilih kita untuk berpuasa, bersedekah, berzikir, belajar, dan banyak lagi.
Daripada berbillion manusia di seluruh muka bumi ni.
Tapi kan, kalau kita fikir-fikirkan
Allah sentiasa memilih kita sehinggalah kita hidup sejahtera dalam iman dan islam pada hari ini.
Hari demi hari, saat demi saat sampaikan tak terkira betapa sayangnya Allah pada kita.
Tetapi adakah kita berterima kasih?
Adakah kita sentiasa memilih Allah dalam hidup kita?
Adakah kita selalu mendahulukan Allah atas segala benda yang lain?
:: Yang biasa ::
Saya belajar engineering
Saya belajar bussiness
Saya belajar medicine
Saya bukan aliran agama
Saya belajar kat universiti biasa
Bukan Al-azhar bukan al-Qura
Tu sebab saya tak reti hal-hal agama ni
Tu sebab saya serahkan hal belajar agama ni pada orang-orang yang berada dalam aliran agama
Kalau perlu saya boleh tanya mereka
Bagi saya tak perlulah saya jadi terlalu 'alim'
Cukuplah saya tahu sembahyang, puasa, zakat, dan haji
Lagipun saya takde masa nak belajar semua benda sekaligus sekarang ni
Mungkin kalau saya dah habis degree
Barulah ada masa untuk belajar sikit-sikit ilmu agama
Ataupun masa dah pencen bila ada banyak masa free
Nantilah
Masih ada banyak masa lagi
Saya belajar engineering
Saya belajar bussiness
Saya belajar medicine
Saya bukan aliran agama
Saya belajar kat universiti biasa
Bukan Al-azhar bukan al-Qura
Tu sebab saya tak reti hal-hal agama ni
Tu sebab saya serahkan hal belajar agama ni pada orang-orang yang berada dalam aliran agama
Kalau perlu saya boleh tanya mereka
Bagi saya tak perlulah saya jadi terlalu 'alim'
Cukuplah saya tahu sembahyang, puasa, zakat, dan haji
Lagipun saya takde masa nak belajar semua benda sekaligus sekarang ni
Mungkin kalau saya dah habis degree
Barulah ada masa untuk belajar sikit-sikit ilmu agama
Ataupun masa dah pencen bila ada banyak masa free
Nantilah
Masih ada banyak masa lagi
:: where have you been? Havent seen you for a while ::
I was at the far, far away land
Hundreds of miles away from home
What for?
Seeking for knowledge
to know the world better
to earn a degree
to get a good job
and then live a happy life
Found anything interesting?
I found Islam there
What do you mean?
I got to know my religion better
I've learnt more than ever
How come?
The spirit of learning is so pure
and knowledge sharing is almost everywhere
Just open your heart
Spend a few bucks
Allocate some of your time
Then seek and you shall find
By the way, where is it exactly? Somewhere in the desert?
No,
It's the land of opportunity
It's the USA
I was at the far, far away land
Hundreds of miles away from home
What for?
Seeking for knowledge
to know the world better
to earn a degree
to get a good job
and then live a happy life
Found anything interesting?
I found Islam there
What do you mean?
I got to know my religion better
I've learnt more than ever
How come?
The spirit of learning is so pure
and knowledge sharing is almost everywhere
Just open your heart
Spend a few bucks
Allocate some of your time
Then seek and you shall find
By the way, where is it exactly? Somewhere in the desert?
No,
It's the land of opportunity
It's the USA
Tuesday, March 22, 2005
Bismillah
Alhamdulillah,
Now I am here again, riding happily on the Ilm train.
This time I am on the TCE train.
This blessed journey and I hope it'll be accepted.
This blessed gathering and I hope I gain a lot.
This blessed 'ilm and I hope I can share it.
InshaAllah.
The Code Evolved
Along the history
So many that we don't know
and So many that we have to learn
To understand what had happened
To begin loving the history
To begin loving our great ancestors
To begin appreaciating their legacy
Now
I am looking to the other passengers
Everyone is smiling happily
Grateful to be able to get on the Ilm train
Enjoying the journey
The journey has begun
For the many miles to come
Alhamdulillah,
Now I am here again, riding happily on the Ilm train.
This time I am on the TCE train.
This blessed journey and I hope it'll be accepted.
This blessed gathering and I hope I gain a lot.
This blessed 'ilm and I hope I can share it.
InshaAllah.
The Code Evolved
Along the history
So many that we don't know
and So many that we have to learn
To understand what had happened
To begin loving the history
To begin loving our great ancestors
To begin appreaciating their legacy
Now
I am looking to the other passengers
Everyone is smiling happily
Grateful to be able to get on the Ilm train
Enjoying the journey
The journey has begun
For the many miles to come
Saturday, March 12, 2005
Bismillah
One day, a young girl asked her father,
"Oh my dear father, do you love me?"
The father smiled and answered,
"You're the sunshine of my life. Of course I love you deeply"
The young girl asked again,
"What do you want me to be when I grew up?"
The father answered,
" I just want you to be a good daughter of mine"
Curious, the young girl asked another question,
"What a good daughter should do?"
The father still smiling, answered,
"Perform solat, take care of her parents when they're old, and make du'a for them when they're gone"
The little girl thought for a few seconds and said,
"Then, you are not a good son. I never saw you perform solat and pray for the late grandpa"
Lesson~practice what you preach.
One day, a young girl asked her father,
"Oh my dear father, do you love me?"
The father smiled and answered,
"You're the sunshine of my life. Of course I love you deeply"
The young girl asked again,
"What do you want me to be when I grew up?"
The father answered,
" I just want you to be a good daughter of mine"
Curious, the young girl asked another question,
"What a good daughter should do?"
The father still smiling, answered,
"Perform solat, take care of her parents when they're old, and make du'a for them when they're gone"
The little girl thought for a few seconds and said,
"Then, you are not a good son. I never saw you perform solat and pray for the late grandpa"
Lesson~practice what you preach.
Thursday, March 10, 2005
:: Fikir dan Renungkan ::
Erm..
Mau melihat ke mana
Untuk buat kita berfikir?
Langit tak kelihatan di sebalik bumbung tempat berteduh
Bumi tersembunyi diselubungi lantai konkrit tempat berpijak
Alam tertutup dibatasi dinding-dinding kediaman
Erm
Jadi kita mahu melihat ke mana
Untuk buat kita berfikir?
Kita duduk di mana
Kita duduk dengan siapa
Siapa yang paling dekat pada masa ini?
Erm..
Mungkin itu diri kita
Cuba lihat pada diri kita
Dan cuba mula berfikir
Sempurnanya kejadian
Rumitnya penciptaan
Rambut yang gugur itu bolehkah kita tanam kembali di atas kepala?
Gigi yang tercabut bolehkah kita tanam kembali ke dalam gusi?
Jantung kita berdegup
Mana datangnya kekuatan itu
Ke mana perginya aliran darah merah
Melalui mana salurnya?
Kukuhnya dinding jantung apa yang membinanya?
Kalau jantung kita sakit
Bolehkah kita bina sesuatu yang sama hebatnya?
Mata kita ini
Melihat dengannya
Memerhati dengannya
kalau kita tutup bagaimana mahu melihat sinar cahaya?
Indah wajah alam, ceria warna berlainan, tulisan, ukiran, gerak alam
Kalau mata kita buta
Bolehkah kita gantikan mata ini dengan mata palsu yang sesempurna ini?
Telinga kita ini
Terdengar derap punat di papan kekunci bila jari jemari menari
Kalau kita sumbat adakah masih boleh terdengar bunyi?
Desir angin, Kicau burung, merdu suara, alunan kalimah
Kalau cuping hilang, gegendang terkoyak
Mampukah kita mencipta sesuatu yang sama?
Ingatkah bentuk setitik air?
Apa kaitannya dengan diri kita ini?
Sejarah kita bermula dari setitik air
Sesuatu yang simple
Tidak pula berharga
Lalu jadi diri kita
Indah Sempurna
Berakal berdaya
Apa harganya?
Adakah percuma?
Atau ada tuntutan pengorbanan?
Fikir dan renungkan
Perihal diri kita ini
Kita bukan untuk dibeli oleh dunia
Indah kita bukan untuk megah di kalangan manusia
Diri kita ini
Adalah milik Allah
Wujud kita perlu beriman
Biarlah hidup tergadai atas jalan Allah
Dengan harga syurga dan redhaNya
Erm..
Mau melihat ke mana
Untuk buat kita berfikir?
Langit tak kelihatan di sebalik bumbung tempat berteduh
Bumi tersembunyi diselubungi lantai konkrit tempat berpijak
Alam tertutup dibatasi dinding-dinding kediaman
Erm
Jadi kita mahu melihat ke mana
Untuk buat kita berfikir?
Kita duduk di mana
Kita duduk dengan siapa
Siapa yang paling dekat pada masa ini?
Erm..
Mungkin itu diri kita
Cuba lihat pada diri kita
Dan cuba mula berfikir
Sempurnanya kejadian
Rumitnya penciptaan
Rambut yang gugur itu bolehkah kita tanam kembali di atas kepala?
Gigi yang tercabut bolehkah kita tanam kembali ke dalam gusi?
Jantung kita berdegup
Mana datangnya kekuatan itu
Ke mana perginya aliran darah merah
Melalui mana salurnya?
Kukuhnya dinding jantung apa yang membinanya?
Kalau jantung kita sakit
Bolehkah kita bina sesuatu yang sama hebatnya?
Mata kita ini
Melihat dengannya
Memerhati dengannya
kalau kita tutup bagaimana mahu melihat sinar cahaya?
Indah wajah alam, ceria warna berlainan, tulisan, ukiran, gerak alam
Kalau mata kita buta
Bolehkah kita gantikan mata ini dengan mata palsu yang sesempurna ini?
Telinga kita ini
Terdengar derap punat di papan kekunci bila jari jemari menari
Kalau kita sumbat adakah masih boleh terdengar bunyi?
Desir angin, Kicau burung, merdu suara, alunan kalimah
Kalau cuping hilang, gegendang terkoyak
Mampukah kita mencipta sesuatu yang sama?
Ingatkah bentuk setitik air?
Apa kaitannya dengan diri kita ini?
Sejarah kita bermula dari setitik air
Sesuatu yang simple
Tidak pula berharga
Lalu jadi diri kita
Indah Sempurna
Berakal berdaya
Apa harganya?
Adakah percuma?
Atau ada tuntutan pengorbanan?
Fikir dan renungkan
Perihal diri kita ini
Kita bukan untuk dibeli oleh dunia
Indah kita bukan untuk megah di kalangan manusia
Diri kita ini
Adalah milik Allah
Wujud kita perlu beriman
Biarlah hidup tergadai atas jalan Allah
Dengan harga syurga dan redhaNya
Subscribe to:
Posts (Atom)