Monday, April 11, 2005

:: Undang-undang Zionist: Tak bersalah = Tembak sampai mati ::

Pada suatu hari, tiga orang sahabat sedang bermain bola.
Asyik sekali mereka berkejar-kejaran merebut bola tersebut.
Keceriaan dan kegembiraan jelas terpancar di wajah masing-masing yang sudah kemerah-merahan dipanah mentari dan dibasahi titisan peluh.

Kawasan sekeliling tempat mereka bermain bukanlah seindah saujana mata memandang.
Tapi cukup hanya penempatan yang boleh dibuat berteduh.
Membilang hari-hari perjuangan di atas tanah yang penuh pergolakan dan dugaan itu.

Tiba-tiba,
Terdengar das-das tembakan.
Dalam kebingungan dan kekalutan, seorang demi seorang tiga sekawan itu rebah, jatuh menyembah bunyi.
Kesakitan menyengat seluruh anggota.
Darah merah mengalir bercampur dengan peluh di badan dan pasir tanah yang kering.
Dan hembusan-hembusan nafas terakhir mengiringi roh yang pergi
Meninggalkan jasad anak-anak remaja yang tidak bersalah
Terkulai, kaku

Apa dosa mereka?
Adakah simpati kita kepada mereka?
Di sana mereka bergadai nyawa demi maruah agama
Di sini kita menggadai maruah agama demi diri sendiri

Pada masa mereka ditembak mati
Tak terbela bahkan dihina
Kita mungkin tengah bergembira
Memperlecehkan agama kita

Palestin
vs. cleveland
vs. malaysia

`Remaja Palestin yang dibunuh itu hanyalah kanak-kanak yang tidak bersenjata dan tidak menimbulkan ancaman terhadap Israel,'' kata Mahmud dalam satu kenyataan.

Menurut penduduk tempatan, remaja berkenaan sedang bermain bola sepak di kem pelarian Rafah, Gaza apabila mereka ditembak mati oleh askar Israel. - Reuters

Sunday, April 10, 2005

::Dying to Fit In::

Disco Dangdut Melayu
I have to go
I have to join in

You see
No women
No men
Dancing on the stage
So it is okay
I can join in

We only sit together
On my right there's a man
On my left there's a woman
We only sing together
Clapping and moving in concert


so it's okay
See
We make everybody happy

I have to fit in
I have to join in
Doesnt matter anymore
if my values have to die
As long as I can fit in

Tuesday, April 05, 2005

:: There's no such an 'easy question' ::

A friend of mine always asked me at the beginning of our conversation, "How's your iman and dakwah today?". Each time she asked me this, it took me few moments before I could answer her back. And most of the times I was not answering her question.

Why is it so hard for me to answer this question?

May be it's because I wasnt paying attention to my qalb on that day, and because of that my polluted qalb couldnt taste the sweetness of iman. And I was so ashamed to tell her that my iman was in a very grave condition.

Dakwah? It's an obligation, but I've failed to give it my top priority. I have lots of time to do other things, which sometimes were totally useless. I gave a whole lot of excuses a.k.a lies: people dont want to listen to me, they dont like the halaqahs, etc made me down, giving the whole opportunity for shaytan to deceive me.
And I was so ashamed to tell the truth, my dakwah was hibernating.

Its pretty common to be ashamed in front of people, but the other way around in front of Allah Ta'ala ... =(
kalaulah ...

Kayu kalau terbakar
jadi kayu yang terbakar
lepas tu jadi arang
tak pun jadi abu

Cell kalau rosak
jadi cancerous cell
lepas tu rosak
tak pun mati

makanan kalau terbiar
jadi makanan basi
lepas tu busuk
tak pun berkulat

ozon kalau dah bocor
jadi pemanasan global
lepas tu glacier cair
tak pun manusia dapat skin cancer

orang kalau dah malas
jadi manusia malas
lepas tu tak kerja
tak pun nyusahkan orang lain

Muslim kalau dah tak practice
jadi macam bukan Islam
lepas tu tak kisah hukum
tak pun tak sedar diri

Dosa kalau dah menimbun
jadi aktiviti harian
lepas tu makin bertambah
tak pun tak pernah taubat

Friday, April 01, 2005

Bismillah

:: Sekilas ke Tafseer Surah 12 ::

Kelas tafseer Reem tadi, Alhamdulillah dalam masa tak sampai 45 minit, dapat jugak 2, 3 mukasurat ilmu. Jazakillahu khaeer, moga Allah memberikan kebaikan yang banyak untuk Reem.

Salah satu pengajaran yang Reem ajak orang yang hadir tadi untuk berfikir, daripada kisah Nabi Yusuf a'layhi salam ialah mengenai 'memilih'.

Nabi Yusuf dipilih untuk menjadi rasul. Dan sesungguhnya, apabila Allah mengkehendaki kebaikan untuk seseorang, yufaqqihu fiddin, Allah akan memberikan seseorang itu kefahaman agama(Islam).

Dan sebenarnya, setiap kali kita berbuat sesuatu benda yang baik, Allah telah memilih kita untuk kebaikan tersebut.

Allah telah memilih kita untuk menjadi orang Islam.
Allah telah memilih kita untuk mendirikan solat.
Allah telah memilih kita untuk berpuasa, bersedekah, berzikir, belajar, dan banyak lagi.
Daripada berbillion manusia di seluruh muka bumi ni.

Tapi kan, kalau kita fikir-fikirkan
Allah sentiasa memilih kita sehinggalah kita hidup sejahtera dalam iman dan islam pada hari ini.
Hari demi hari, saat demi saat sampaikan tak terkira betapa sayangnya Allah pada kita.

Tetapi adakah kita berterima kasih?
Adakah kita sentiasa memilih Allah dalam hidup kita?
Adakah kita selalu mendahulukan Allah atas segala benda yang lain?
:: Yang biasa ::

Saya belajar engineering
Saya belajar bussiness
Saya belajar medicine
Saya bukan aliran agama
Saya belajar kat universiti biasa
Bukan Al-azhar bukan al-Qura

Tu sebab saya tak reti hal-hal agama ni
Tu sebab saya serahkan hal belajar agama ni pada orang-orang yang berada dalam aliran agama
Kalau perlu saya boleh tanya mereka
Bagi saya tak perlulah saya jadi terlalu 'alim'
Cukuplah saya tahu sembahyang, puasa, zakat, dan haji
Lagipun saya takde masa nak belajar semua benda sekaligus sekarang ni

Mungkin kalau saya dah habis degree
Barulah ada masa untuk belajar sikit-sikit ilmu agama
Ataupun masa dah pencen bila ada banyak masa free
Nantilah
Masih ada banyak masa lagi
:: where have you been? Havent seen you for a while ::

I was at the far, far away land
Hundreds of miles away from home

What for?

Seeking for knowledge
to know the world better
to earn a degree
to get a good job
and then live a happy life

Found anything interesting?

I found Islam there

What do you mean?

I got to know my religion better
I've learnt more than ever

How come?

The spirit of learning is so pure
and knowledge sharing is almost everywhere
Just open your heart
Spend a few bucks
Allocate some of your time
Then seek and you shall find

By the way, where is it exactly? Somewhere in the desert?

No,
It's the land of opportunity
It's the USA