Bismillah
Zaman sekarang ini, alam sudah kurang stabil. Kelmarin, tanah runtuh menghapus satu kampung dari peta dunia. Dulu, kawasan itu penuh dengan hiruk-pikuk manusia. Kini, dalam masa beberapa minit sahaja, semuanya sudah jadi ‘kubur’ besar yang dikongsi oleh ribuan insan.
Mudahnya bagi Allah untuk mencipta dan menghapuskan. Semuanya di bawah naungan sifat ar-rahman dan ar-rahimNya. Walau kita semua mungkin hanya melihat derita dan air mata, tapi sudah tentu ada berita lain yang terselit di sebalik tumpahan lumpur dan batu-batu yang menimbus manusia.
Bagaimana kita mahu mengambil hikmah dari peristiwa ini? Bukit-bukit yang gah berdiri akhirnya jadi lelehan lumpur mengalir mengikut graviti. Kita manusia mungkin punya akal dan kebolehan sendiri. Membangun, membina, dan merancang. Namun, kuasa Allah tetap melebihi segala sesuatu yang kita ada.
Aku harap moga akhir kesudahan hidup kita nanti berakhir dengan iman dan Islam yang kukuh bertapak dalam hati. Walau betapa mengejut dan tidak disangka-sangkanya giliran itu tiba, aku berharap hati kita semua sudah sedia saleem. Indah dan elok untuk jadi persembahan semasa dibariskan menghadap Maliki yaumiddeen.
If Someone Wants to Know What Position He Enjoys In The Eyes of God, He Has Only To Look At What Place He Gives To God [in His Heart and Life]-(Hakim)
Sunday, February 19, 2006
Wednesday, February 08, 2006
Bismilllah
Khalid Mish'al
Tuesday January 31, 2006
The Guardian
"Our message to the Muslim and Arab nations is this: you have a responsibility to stand by your Palestinian brothers and sisters whose sacrifices are made on behalf of all of you. Our people in Palestine should not need to wait for any aid from countries that attach humiliating conditions to every dollar or euro they pay despite their historical and moral responsibility for our plight. We expect you to step in and compensate the Palestinian people for any loss of aid and we demand you lift all restrictions on civil society institutions that wish to fundraise for the Palestinian cause."
Khalid Mish'al
Tuesday January 31, 2006
The Guardian
"Our message to the Muslim and Arab nations is this: you have a responsibility to stand by your Palestinian brothers and sisters whose sacrifices are made on behalf of all of you. Our people in Palestine should not need to wait for any aid from countries that attach humiliating conditions to every dollar or euro they pay despite their historical and moral responsibility for our plight. We expect you to step in and compensate the Palestinian people for any loss of aid and we demand you lift all restrictions on civil society institutions that wish to fundraise for the Palestinian cause."
(Khalid Mish'al is head of the political bureau of Hamas)
Monday, February 06, 2006
bismillah
Getting Used to the Silence
People come and go, while we are still here.
We watched them come, and as time went by, we watched them go.
Some would return, some would never come again.
When they were here, we listened to their voices: shouts, whispers, laughters, and tears.
They made all the sounds that killed the silence.
When they left, their voices left with them.
Then, the silence returns.
Getting used to the silence when there's no one around.
The nature is singing its songs. The song of peace.
Getting Used to the Silence
People come and go, while we are still here.
We watched them come, and as time went by, we watched them go.
Some would return, some would never come again.
When they were here, we listened to their voices: shouts, whispers, laughters, and tears.
They made all the sounds that killed the silence.
When they left, their voices left with them.
Then, the silence returns.
Getting used to the silence when there's no one around.
The nature is singing its songs. The song of peace.
Saturday, January 21, 2006
Bismillah
Iktibar dari Nyamuk-nyamuk Bumbun
Nyamuk-nyamuk berterbangan, datang menyerbu dari segenap penjuru. Mereka datang bertali arus bagaikan sudah terlalu dahagakan darah merah. Tangan sudah tidak duduk diam menepis, menepuk, memicit nyamuk-nyamuk yang menyerang. Namun, adakalanya ada juga nyamuk yang terlepas pandang dan dapat hinggap di kaki, di badan, di lengan, atau di muka. Kalau dibiarkan saja, gatal-gatallah seluruh anggota dan berbekaslah gigitan-gigitan nyamuk yang menggila itu.
Jika dibiarkan nyamuk-nyamuk itu terus menggigit, akan hilang setitis demi setitis darah, lebih malang bila virus denggi disuntik sekali ke dalam badan....
....................................................................................................................................................
Terbayang, setiap hari godaan syaitan dan hawa nafsu datang 'menyerang' sebagaimana nyamuk-nyamuk yang menggila. Kita 'tepis,tepuk,picit' segala godaan yang datang bersungguh-sungguh supaya tidak 'digigit' oleh godaan-godaan jahat tersebut. Titik-titik dosa yang hitam datang menyerbu bak 'nyamuk-nyamuk hitam' terbang melayang-layang hinggap di badan. Terasa gelinya bila melihat titik-titik hitam yang begitu banyak. Kita tepis dan mengelak lagi.
Tetapi, dalam kekalutan kita melawan serangan tiap penjuru itu, adakalanya terlalai juga kita sehingga ada serangan yang tidak berjaya dipatahkan. Lalu, hinggaplah titik-titik hitam di setiap penjuru hati, meninggalkan kesan yang menyakitkan...
Terfikir, adakah apabila telah sampai pada satu tahap, kita akan mejadi 'letih' melawan, lalu membiarkan saja 'gigitan-gigitan' berbisa dosa-dosa hinggap di hati kita? Menjadikan hati sakit, lemah, dan hodoh? Akan terjangkitkah dengan 'virus' yang boleh menyebabkan hati jadi parah?
Akan matikah hati malang itu?
Iktibar dari Nyamuk-nyamuk Bumbun
Nyamuk-nyamuk berterbangan, datang menyerbu dari segenap penjuru. Mereka datang bertali arus bagaikan sudah terlalu dahagakan darah merah. Tangan sudah tidak duduk diam menepis, menepuk, memicit nyamuk-nyamuk yang menyerang. Namun, adakalanya ada juga nyamuk yang terlepas pandang dan dapat hinggap di kaki, di badan, di lengan, atau di muka. Kalau dibiarkan saja, gatal-gatallah seluruh anggota dan berbekaslah gigitan-gigitan nyamuk yang menggila itu.
Jika dibiarkan nyamuk-nyamuk itu terus menggigit, akan hilang setitis demi setitis darah, lebih malang bila virus denggi disuntik sekali ke dalam badan....
....................................................................................................................................................
Terbayang, setiap hari godaan syaitan dan hawa nafsu datang 'menyerang' sebagaimana nyamuk-nyamuk yang menggila. Kita 'tepis,tepuk,picit' segala godaan yang datang bersungguh-sungguh supaya tidak 'digigit' oleh godaan-godaan jahat tersebut. Titik-titik dosa yang hitam datang menyerbu bak 'nyamuk-nyamuk hitam' terbang melayang-layang hinggap di badan. Terasa gelinya bila melihat titik-titik hitam yang begitu banyak. Kita tepis dan mengelak lagi.
Tetapi, dalam kekalutan kita melawan serangan tiap penjuru itu, adakalanya terlalai juga kita sehingga ada serangan yang tidak berjaya dipatahkan. Lalu, hinggaplah titik-titik hitam di setiap penjuru hati, meninggalkan kesan yang menyakitkan...
Terfikir, adakah apabila telah sampai pada satu tahap, kita akan mejadi 'letih' melawan, lalu membiarkan saja 'gigitan-gigitan' berbisa dosa-dosa hinggap di hati kita? Menjadikan hati sakit, lemah, dan hodoh? Akan terjangkitkah dengan 'virus' yang boleh menyebabkan hati jadi parah?
Akan matikah hati malang itu?
Monday, January 16, 2006
Bismillah
Bila 'time-delay' tiada lagi...
Dalam masa kita semua masih ada nyawa lagi ni, bolehlah kita mengharapkan 'time-delay'. Kalau nak ucapkan "terima kasih, mak", masih boleh menganggap esok masih ada. Tunggu dululah...Kalau nak buat baik, tunggu dululah ... muda-muda ni kekok la rasanya. Kalau nak berubah, tunggu dululah .... diri tak cukup ilmu lagi.
Tapi, kalau 'time-delay' dah tak ada lagi, masa tu dah tak ada nyawa dah, takdalah kita ada ruang untuk 'tunggu-tunggu' atau memasang angan-angan lagi. Ataupun jika 'time-delay' itu sudah tidak ada pada orang lain, takdalah peluang kita untuk ucap terima kasih lagi, nak minta ampun, dan sebagainya. Maut: 'time-delay' is automatically gone.
Bila 'time-delay' tiada lagi...
Dalam masa kita semua masih ada nyawa lagi ni, bolehlah kita mengharapkan 'time-delay'. Kalau nak ucapkan "terima kasih, mak", masih boleh menganggap esok masih ada. Tunggu dululah...Kalau nak buat baik, tunggu dululah ... muda-muda ni kekok la rasanya. Kalau nak berubah, tunggu dululah .... diri tak cukup ilmu lagi.
Tapi, kalau 'time-delay' dah tak ada lagi, masa tu dah tak ada nyawa dah, takdalah kita ada ruang untuk 'tunggu-tunggu' atau memasang angan-angan lagi. Ataupun jika 'time-delay' itu sudah tidak ada pada orang lain, takdalah peluang kita untuk ucap terima kasih lagi, nak minta ampun, dan sebagainya. Maut: 'time-delay' is automatically gone.
Wednesday, January 11, 2006
Bismillah
Dedikasi
Pejuang,
Doaku langkahmu terus tegap
Tindakanmu terus yakin dan tabah
Dalam mencontohi suri teladan Rasulullah
Walau laluanmu penuh duri yang menyiat
Tidak kurang simpang-simpang yang keliru
Pejuang,
Setakat termampu dan yang diizinkan Rabbi
Akanku dokong dan sokong perjuanganmu
Meniup api semangat agar terus marak
Walau aku tak sesempurna pendamping Nabi
Walau iman di dada senipis ilmu
Walau semangat tidak setinggi langit
Pejuang,
Moga Allah redha segala yang dilakukan
Moga Allah tambahkan kemanisan dalam beriman
Moga Allah ampunkan segala kesilapan
Moga Allah memberi balasan yang diidam-idamkan
Dedikasi
Pejuang,
Doaku langkahmu terus tegap
Tindakanmu terus yakin dan tabah
Dalam mencontohi suri teladan Rasulullah
Walau laluanmu penuh duri yang menyiat
Tidak kurang simpang-simpang yang keliru
Pejuang,
Setakat termampu dan yang diizinkan Rabbi
Akanku dokong dan sokong perjuanganmu
Meniup api semangat agar terus marak
Walau aku tak sesempurna pendamping Nabi
Walau iman di dada senipis ilmu
Walau semangat tidak setinggi langit
Pejuang,
Moga Allah redha segala yang dilakukan
Moga Allah tambahkan kemanisan dalam beriman
Moga Allah ampunkan segala kesilapan
Moga Allah memberi balasan yang diidam-idamkan
Subscribe to:
Posts (Atom)